Seribu rupiah bagi sebagaian besar orang bukanlah nominal yang sangat besar bahkan bagi seorang tukang parkir di bilangan Bintaro seribu rupiah adalah nominal yang memang tidak begitu menjadi masalah besar dari suatu peristiwa berikut:
Suatu hari di akhir pekan seorang lelaki muda memarkir motornya di depan salah tempat sentral jasa kantor sebut saja MP. Lelaki itu terlihat membawa amplop besar bewarna coklat sepertinya ia akan mengirimkan amplop tersebut melalui jasa pengiriman yang terdapat dalam pelayanan sentral jasa MP. Namun, tidak beberapa lama Ia keluar dengan masih tetap membawa dan menuju parkir motor. Namun, ia meminta maaf pada sang tukar parkir karena ia hanya memegang uang besar satu-satunya dan belum dapat dipecahkan ke dalam uang kecil karena tidak jadi mengirimkan amplop dan ia mengatakan saya ada urusan penting dan nanti saya akan kembali.
Kurang lebih empat jam telah berlalu tanpa dinyana sang lelaki itu ujug-ujug menyodorkan uang seribu rupiah kepada tukang parkir dan berkata, ”maaf, ini uang yang tadi pak, terima kasih” dengan heran dan sedikit terperangah sang tukang parkir berkata,”wa…lah… pak.. uang seribu aja kok”
Uang seribu aja kok, bukanlah berarti sang tukang parkir tidak butuh uang tersebut namun arti sebuah komitmen dan kejujuran sang lelaki muda yang mengalahkan kebutuhan sang tukang parkir dan keherananya adalah pertanyaan besar yang harus dijawab bangsa ini, terutama para pemimpin bangsa, masih adakah orang-orang yang komit dan jujur???
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar